Tampilkan postingan dengan label coRetaN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coRetaN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 April 2013

“Gula-gula” bukan Gula Pasir


Oleh: Mar’i Mahdy A.
           
            Ini pengalaman yang saya alami ketika ingin memasuki jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Bermula Setelah kelulusan di SMP di kota "Daeng" Makassar, sayapun harus memilih sekolah lanjutan untuk dapat melanjutkan pendidikan saya. Muncullah dua pilihan untuk saya melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Yaitu pilihan pertama, tetap tinggal di Makassar dan melanjutkannya ke pendidikan SMK Komputer, karena saat itu paman saya (saat itu memang saya tinggal sama paman, sedangkan kedua orangtua saya tinggal di Malaysia) menginginkan saya masuk di sana (SMK Komputer).Pilihan kedua, saya bisa melanjutkan sekolah di luar pulau, yaitu tepatnya di pulau Kalimantan yang terkenal dengan suku Dayaknya itu. Sekolah di Pulau Kalimantan tepatnya di Kota Bontang, Kalimantan Timur menjadi pilihan kedua disebabkan ada salah satu kakak saya yang juga tinggal di sana.

Sabtu, 29 Desember 2012

Status: Bukan Sembarangan “Status” on myFB (1: Januari-Juni)




"Kesabaran dalam ketaatan,
adalah salah satu kunci kesuksesan buat qita"

tapi kenapa diri ini terkadang terpleset untuk sedikit meremehkan dalam hal ketaatan??
Apakah aku sudah lebih baik dari dy!?

     ...Bener" c0baan!!!!

"Sebagai se0rng cal0n pemimpin,
mesti siap dan rela untuk membagi wk2 kepda yg lain,lebih untuk memperhtikn sesama,jiwa s0sial lebh terbangun, menjalankan amanah sebaik"nya,
dan berani ju"r waulupun sangat pahit untk mengakuinya."

#kata se0rang pemimpin.

"Skaranglah waktu yg tepat untuk melangkah,memulai babak baru perjuangan dalam mengukir prestasi dan menorehkan tinta emas dalam propes pengabdian"
yaa Allah,
ini pertama kali ngapdi kmsyarkat,smoga Engkau meridh0inya
http//;www.thepoweroftholabulilmi.com

Selasa, 04 Desember 2012

Menjadi Orangtua Sejak Dini

*Mar’ee el Faruq


   Pernahkah kita berpikir agar kita dapat menggantikan peran orng tua?

Pernakah kita berpikir untuk dapat memindahkan beban yang dipikul orangtua kepada kita?

Dan sudah sebesar apa pengorbanan yang kita persembahkan untuk mereka, sebagimana besarnya pengorbanan mereka untuk kita?

Sejauh mana kita telah membuat mereka bahagia, segabaimana mereka selalu dan terus berusaha membuat kita merasa bahagia?

   Pertanyaan di atas hanya beberapa pertanyaan dari banyaknya pertanyataaan yang kemungkinan besar kita semua tidak dapat menjawabnya. Tapi itu juga tidak mustahil kita tidak dapat menjawabya, kita bisa saja berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menjawab pertanyaan itu dengan nyata. bagaimana caranya, kembali kepada diri kita pribadi, antara mau melakukan dan tidak mau

Senin, 29 Oktober 2012

mY sTatus in FB